Kick Off Meeting dan Indonesia-Australia Symposium Awali Riset Kolaboratif Indonesia Timur di ITB

kataandoolo
26 Jun 2026 09:57
Pendidikan 0 10
2 menit membaca

Bandung, Kataandoolo.com – Kolaborasi riset antara Indonesia dan Australia kembali diperkuat melalui penyelenggaraan Kick Off Meeting yang dirangkaikan dengan Indonesia-Australia Symposium di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Kamis (25/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri delegasi dari Murdoch University, Australia, bersama tim peneliti dari Indonesia yang akan menjalankan program penelitian kolaboratif. Riset ini memperoleh dukungan pendanaan dari program KONEKSI, hasil kerja sama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dengan LPDP untuk memperkuat kemitraan riset internasional.

Salah satu anggota tim peneliti, Ismail Suardi Wekke yang juga Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan memaparkan tiga fokus utama yang menjadi perhatian dalam simposium tersebut. Menurutnya, penelitian diarahkan untuk memperkuat pemahaman terhadap dinamika kawasan Indonesia Timur sekaligus menyusun arah pengembangan riset yang lebih kolaboratif.

“Ada tiga hal yang menjadi fokus pembahasan, yakni memahami Indonesia Timur, belajar dari keberhasilan program Keluarga Berencana dan SD Inpres, serta menyusun peta jalan riset dan pengembangan model bersama perguruan tinggi di Indonesia Timur,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam pemaparannya.

Ia menjelaskan, kajian mengenai Indonesia Timur menjadi fondasi penting untuk merumuskan kebijakan dan model pengembangan yang sesuai dengan karakteristik wilayah. Selain itu, pengalaman keberhasilan program Keluarga Berencana dan pembangunan SD Inpres dinilai dapat menjadi referensi dalam menyusun strategi pembangunan berbasis riset.

Melalui kolaborasi ini, tim peneliti Indonesia dan Australia diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi ilmiah yang mendukung pengembangan pendidikan tinggi, penelitian, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Indonesia Timur.

“Tiga fokus tersebut menjadi pijakan untuk membangun peta jalan riset dan mengembangkan model kolaborasi bersama perguruan tinggi di Indonesia Timur,” tutup Ismail Suardi Wekke.

kataandoolo.com adalah media jaringan (Network) dari katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x