STAI DDI Maros Gelar Konferensi Internasional ICIELC 2026, IAI Rawa Aopa Perkuat Kolaborasi Akademisi

kataandoolo
4 Mei 2026 03:33
3 menit membaca

Maros, Kataandoolo.com – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) DDI Maros kembali sukses menyelenggarakan The 2nd International Conference on Islamic Education, Law, and Civilization (ICIELC) 2026. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 2–3 Mei 2026 di kampus STAI DDI Maros, Sulawesi Selatan.

Mengusung tema “Reimagining Islamic Education, Law, and Civilization in the Digital and Sustainable Era”, konferensi ini menjadi wadah strategis dalam merespons tantangan perkembangan zaman, khususnya dalam bidang pendidikan, hukum, dan peradaban di era digital yang terus berkembang.

Kegiatan ini diikuti oleh akademisi, peneliti, dosen, guru dan mahasiswa dari berbagai daerah dan negara. Tercatat sebanyak 54 pembicara dari tingkat lokal, nasional, hingga internasional turut ambil bagian dalam forum ilmiah ini.

ICIELC 2026 menghadirkan sejumlah pembicara terkemuka dari dalam dan luar negeri. Pada sesi pembukaan (opening speech), tampil Muhammad Azmi, S.Pd.I., M.Pd.I selaku Ketua STAI DDI Maros, bersama Prof. Ismail Suardi Wekke, Ph.D dari Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) yang juga Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Maros.

Ismail menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada STAI DDI Maros yang secara konsisten telah menjalankan konferensi ini. Begitu pula telah menjadi mitra perguruan tinggi diantaranya Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan. Sementara itu, pada sesi utama (keynote speakers), konferensi ini menghadirkan Prof. Peter John Wanner, Ph.D dari Tohoku University Jepang, serta Assoc. Prof. Dr. Yazid Saleh dari Universitas Pendidikan Sultan Idris Malaysia.

Selain menghadirkan pembicara utama, konferensi ini juga diramaikan oleh berbagai presenter dari STAI DDI Maros, di antaranya Dr. Dideng Kadir, M.Pd., Abdul Rahman, S.Pd., M.Pd., Dr. Haeruddin, MH., Emi Sri Rahayu Fatimah, SE., ME., Dr. Salmia M.Pd., Nuraeni, serta puluhan mahasiswa lainnya seperti Nur Fitri Ramadani, Nurhidayah, Nurwinda Pratiwi, Nur Anisa, hingga Fadilah Maharani yang mengangkat beragam tema penelitian di bidang pendidikan, hukum, dan budaya lokal.

Tidak hanya dari internal kampus, partisipasi juga datang dari berbagai institusi luar daerah dan internasional, seperti Sudarmin dari SDN 57 Bulu-Bulu Maros, serta dari perguruan tinggi lain seperti Muh. Bambang Taufik dari University of London, Muhammad Ikram Nur Fuady dari University of Liverpool, dan Nurbaeti dari Politeknik Negeri Ujung Pandang, Sri Fatta Meldawati dari IAI Yapnas Jeneponto, Abu Sahman Nasim dari IAIN Ternate dan Hardiyanti Ridwan dari UIAD Sinjai. Kehadiran para presenter ini menunjukkan kuatnya kolaborasi akademik lintas institusi dan negara, sekaligus memperkaya diskusi ilmiah yang berlangsung selama konferensi.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring kerja sama internasional. STAI DDI Maros secara aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai mitra, di antaranya BOLT (Japan) dan SEAAM, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas akademik dan daya saing institusi di tingkat global.

Dalam sambutannya, Ketua STAI DDI Maros, Muhammad Azmi, S.Pd.I., M.Pd.I, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan penyelenggaraan yang kedua setelah sukses dilaksanakan pada tahun 2024. “Kegiatan ICIELC ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan setelah sukses pada tahun 2024. Output dari kegiatan ini telah melahirkan prosiding internasional dan menjadi ajang berbagi hasil penelitian bagi para akademisi,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan konferensi meliputi sesi pembukaan, pemaparan materi oleh keynote speaker, serta sesi paralel presentasi ilmiah yang berlangsung secara offline dan online. Diskusi yang berlangsung menunjukkan antusiasme tinggi dari para peserta dalam bertukar ide dan pengalaman.

Melalui kegiatan ini, STAI DDI Maros menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan keilmuan Islam yang relevan dengan kebutuhan zaman. ICIELC 2026 diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan dalam memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun peradaban yang unggul dan berkelanjutan.

kataandoolo.com adalah media jaringan (Network) dari katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x