
Maros,Kataandoolo.com – Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan memperkuat peran di level regional Sulawesi dengan menginisiasi kemitraan strategis bersama pengelola Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros.
Langkah ini merupakan tindak lanjut kesuksesan Sultan Hasanuddin Forum on Research and Innovation yang sebelumnya digelar di bandara tersebut. Tujuannya mendekatkan dunia akademik dengan sektor layanan publik dan industri transportasi udara.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan kegiatan kolaboratif bertajuk Celebes Summit on Education and Culture. Kegiatan itu diusulkan digelar di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
“Kami melihat bandara bukan sekadar tempat pemberangkatan dan kedatangan penumpang, melainkan ruang interaksi global yang membutuhkan sentuhan riset serta inovasi agar pelayanannya semakin unggul,” ujar Ismail di Kampus Lamooso, Selasa, 6 Mei 2026.
Menurut Ismail, kolaborasi ini bagian dari peta jalan besar kampus untuk memperluas kemitraan luar daerah. Bandara Sultan Hasanuddin dinilai strategis sebagai gerbang utama implementasi hasil riset terapan. Kemitraan resmi juga akan menjadi payung hukum program inovasi berkelanjutan kedua belah pihak.
“Ini wujud nyata IAI Rawa Aopa untuk keluar dari zona nyaman dan memberi kontribusi langsung pada peningkatan kualitas ekosistem transportasi di Sulawesi,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan SHFRI kemarin hanyalah awal. “Kami berkomitmen agar gagasan yang lahir segera bertransformasi menjadi aksi kolaboratif yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” kata Ismail.
IAI Rawa Aopa berharap bisa menjadi mitra utama pengelola bandara dalam pengembangan SDM dan tata kelola berbasis pengetahuan. Keterlibatan kampus di sektor strategis seperti penerbangan diyakini akan meningkatkan daya saing lulusan serta relevansi penelitian dosen.
Sinergi ini ditargetkan memberi dampak ekonomi dan sosial signifikan, mengingat Bandara Sultan Hasanuddin merupakan hub utama di Indonesia Timur.
“Terima kasih kepada otoritas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang telah memberi kesempatan untuk berkolaborasi dan mengembangkan ekosistem pendidikan melalui konektivitas bandara,” tutup Ismail Suardi Wekke.


Tidak ada komentar