Sinergi Akademik, Untirta Hadirkan Pakar dari IAI Rawa Aopa dalam Pengembangan Jurnal Terintegrasi

kataandoolo
21 Mei 2026 13:13
4 menit membaca

Serang, Kataandoolo.com – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) terus mematangkan langkah strategis dalam mentransformasi ekosistem publikasi ilmiahnya. Melalui kolaborasi lintas institusi, LPPM Untirta menggelar kegiatan “Pengembangan Sistem Pengelolaan Jurnal Satu Pintu Tahun 2026” dengan menggandeng Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Agenda krusial yang dihelat di Ruang Multimedia Convention Hall, Kampus Untirta Sindangsari, Serang, pada Kamis (21/5/2026), ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan universitas. Tampak hadir Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Rusmana, Ir., MP., Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Prof. Dr.-Ing. Ir. Asep Ridwan, ST., MT., IPU., Kepala LPPM Untirta Prof. Dr. Meutia, S.E., M.P., serta Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Dr. H. Fadlullah, M.Si. Forum ini juga diikuti secara intensif oleh Kepala LPMPP beserta jajaran dosen dan staf pengelola jurnal di lingkungan Untirta.

Untuk membedah tantangan tata kelola jurnal modern, panitia pelaksana yang dikomandoi oleh R. Ahmad Zaky El Islami, Ph.D., selaku Kepala Pusat Pengelola Hibah Eksternal, Internal, dan Publikasi Ilmiah LPPM Untirta, menghadirkan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. menyampaikan apresiasi yang mendalam atas undangan dan inisiatif progresif yang diusung oleh Untirta. Ia menilai forum silaturahmi akademik ini merupakan momentum penting untuk saling menguatkan jejaring riset nasional.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan universitas dan khususnya jajaran LPPM Untirta atas kesempatan silaturahmi yang berharga ini. Forum ini bukan sekadar ruang berbagi teknis, melainkan jembatan kolaborasi untuk membangun ekosistem publikasi yang kuat. Transformasi tata kelola jurnal yang dilakukan Untirta melalui sistem satu pintu merupakan langkah strategis yang sangat tepat dalam menjawab tantangan globalisasi akademik,” ujar pakar manajemen perguruan tinggi tersebut.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Moderator, R. Ahmad Zaky El Islami, Ph.D., dalam sambutan pembukanya menggarisbawahi bahwa pengelola jurnal saat ini dituntut memiliki wawasan global. Zaky membeberkan rekam jejak pengelolaan jurnal di Untirta yang sempat menghadapi berbagai kendala teknis serius, seperti serangan siber pada sistem Open Journal Systems (OJS), hilangnya berkas PDF artikel, hingga karut-marutnya situs web jurnal yang ganda.

Namun, berkat komitmen bersama, Untirta berhasil melakukan pembenahan besar-besaran lewat penyatuan situs web, pengelolaan DOI yang tertib, hingga penguatan akreditasi. Upaya tersebut membuahkan hasil signifikan dengan melonjaknya jumlah jurnal terakreditasi di Untirta, dari yang semula hanya 33 jurnal pada tahun 2023 menjadi 59 jurnal pada tahun berikutnya.

Langkah akselerasi ini didukung penuh oleh Ketua LPPM Untirta, Prof. Dr. Meutia, S.E., M.P. Ia menjelaskan bahwa lompatan performa jurnal Untirta sejak 2023 tidak hanya terlihat dari kenaikan peringkat Sinta, melainkan juga keberhasilan melahirkan dua jurnal internasional bereputasi. Untuk mempercepat internasionalisasi, Prof. Meutia mendorong pemanfaatan skema *book chapter* terindeks Scopus yang dinilai lebih adaptif untuk mengonversi karya ilmiah mahasiswa, seperti skripsi, tesis, dan disertasi di tingkat fakultas.

Dari sisi akuntabilitas tata kelola finansial, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Prof. Dr.-Ing. Ir. Asep Ridwan, mengingatkan bahwa reputasi kampus sangat dipengaruhi oleh transparansi manajerialnya. Oleh karena itu, keuangan pengelolaan jurnal kini diwajibkan menggunakan sistem satu pintu melalui virtual account khusus. Mekanisme ini memastikan seluruh pendapatan jurnal tercatat rapi sebagai bagian dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) universitas. Prof. Asep juga mengingatkan agar sistem pengupahan pengelola disesuaikan dengan regulasi remunerasi yang berlaku demi tertib administrasi.

Menutup rangkaian arahan, Wakil Rektor Bidang Akademik Untirta, Dr. Rusmana, Ir., MP., menegaskan bahwa standardisasi adalah kunci utama dalam mengelola 77 jurnal yang ada di bawah naungan Untirta. Guna memastikan program ini berjalan berkelanjutan, pihak rektorat mendorong pembentukan pusat koordinasi jurnal yang komprehensif.

Pusat koordinasi tersebut nantinya akan bertanggung jawab penuh dalam memberikan pelatihan berkala, monitoring, pendampingan akreditasi, serta menyediakan tim dukungan profesional yang terdiri atas managing editor, copy editor, proofreader, hingga IT support. Dr.

Rusmana meminta seluruh pengelola jurnal menyeragamkan platform operasional mereka, mulai dari penggunaan template artikel, kebijakan plagiarisme, hingga ketepatan jadwal terbit. Evaluasi berkala akan dipantau langsung melalui dashboard monitoring* guna memastikan seluruh jurnal Untirta sukses menembus indeksasi internasional bereputasi seperti Scopus dan Web of Science (WoS).

kataandoolo.com adalah media jaringan (Network) dari katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x