Perkuat Tri Dharma, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Sambangi LPPM Untirta Banten

kataandoolo
21 Mei 2026 09:33
3 menit membaca

Serang, Kataandoolo.com – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus melebarkan sayap kemitraan akademiknya di tingkat nasional. Memenuhi undangan resmi dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), jajaran pimpinan IAI Rawa Aopa menyambangi kampus Untirta di Banten untuk merintis kolaborasi strategis dalam bidang tri dharma perguruan tinggi, Rabu (20/5/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kedua institusi untuk menyatukan visi dalam pengembangan riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat yang berdampak luas. Langkah taktis ini diambil sebagai bagian dari komitmen IAI Rawa Aopa untuk mempercepat peningkatan mutu kelembagaan dan daya saing dosen. Penjajakan kerja sama dengan Untirta, yang dikenal memiliki rekam jejak kuat dalam publikasi ilmiah dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, diharapkan mampu membawa perspektif baru dalam tata kelola riset di Konawe Selatan.

Kehadiran pimpinan IAI Rawa Aopa disambut hangat oleh jajaran pengelola LPPM Untirta, yang juga menyatakan keterbukaannya untuk saling berbagi praktik baik (best practices) interdisipliner. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan peletakan batu pertama bagi rangkaian program kerja bersama yang konkret.

Beliau menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas undangan kerja sama ini dan melihat potensi besar yang bisa digarap bersama. “Kehadiran kami di Untirta Banten hari ini adalah langkah nyata untuk membuka ruang-ruang bertumbuh bagi dosen dan peneliti dari kedua belah pihak melalui sinergi yang inklusif,” ujar Ismail saat memberikan sambutan dalam pertemuan tersebut.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi masa kini, universitas tidak lagi bisa bergerak secara terisolasi. Kolaborasi antarwilayah menjadi kunci utama untuk melahirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat. Beliau menyatakan secara tidak langsung bahwa integrasi keilmuan berbasis riset komparatif antara wilayah barat dan timur Indonesia akan memberikan pemahaman yang lebih kaya mengenai penyelesaian masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan di tingkat regional.

Dalam sesi diskusi yang berlangsung dinamis, Ismail juga menyoroti pentingnya akselerasi tata kelola riset institusi yang berbasis pada penguatan ekosistem digital dan peningkatan visibilitas global peneliti. Upaya ini dinilai sangat krusial agar hasil-hasil penelitian dari daerah, seperti Konawe Selatan, dapat diakses dan diakui di panggung internasional. “Kami berkomitmen untuk langsung menindaklanjuti pertemuan ini ke dalam draf nota kesepahaman formal, sehingga kolaborasi riset interdisipliner dan publikasi bersama bisa segera kita eksekusi dalam waktu dekat,” tegas Ismail di hadapan para forum ilmiah tersebut.

Terkait dengan pengembangan sumber daya manusia, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi bahwa kemitraan strategis dengan institusi mapan seperti Untirta akan mempercepat peningkatan kapasitas manajerial institusi serta mutu akademik secara berkelanjutan. Beliau menambahkan bahwa skema pertukaran pemikiran, pendampingan jurnal, serta kolaborasi pengabdian masyarakat akan menjadi program prioritas yang segera dirumuskan.

Melalui kerja sama ini, diharapkan dosen-dosen dari IAI Rawa Aopa dapat berkolaborasi langsung dengan para peneliti Untirta untuk melahirkan kajian-kajian yang aplikatif. Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama untuk segera membentuk tim kecil guna menyusun dokumen Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA).

Ismail Suardi Wekke menutup pernyataannya dengan menekankan optimisme tinggi bahwa kolaborasi lintas pulau ini akan memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan bangsa lewat jalur pendidikan. “Sinergi ini adalah jembatan akademik yang akan menghubungkan potensi lokal Konawe Selatan dengan keahlian riset Untirta, demi melahirkan inovasi pengabdian yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Ismail.

kataandoolo.com adalah media jaringan (Network) dari katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x