Langkah IAI Rawa Aopa Tingkatkan Kapasitas Peneliti Lewat Forum WTO di Universitas Indonesia

kataandoolo
21 Jun 2026 14:52
News 0 5
3 menit membaca

Depok, Kataandoolo.com – Jajaran pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menghadiri program penguatan kapasitas (capacity building) di bidang hukum perdagangan internasional. Kegiatan bertajuk Capacity Building Programme on International Trade Law: PhD and Researcher Workshop tersebut diselenggarakan di Universitas Indonesia (UI), Depok, Jumat (19/6/2026).

Workshop berskala internasional ini menghadirkan pakar hukum terkemuka, Prof. Peter Van de Bossche dari School of Law, Xi’an Jiaotong University (XJTU), China, yang mengupas tuntas dinamika serta tantangan terkini dalam sistem penyelesaian sengketa Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization / WTO Dispute Settlement).

Kehadiran IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam forum akademik bergengsi ini direalisasikan melalui keterlibatan aktif Program Studi Hukum Tata Negara (HTN). Partisipasi ini menjadi langkah strategis kampus dalam memperluas jejaring global serta memperkuat kompetensi riset para dosen dan peneliti di bidang hukum internasional.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa keterlibatan ini merupakan komitmen institusi untuk membawa pemikiran global ke tingkat lokal.

“Kami ingin memastikan bahwa dosen dan periset di Program Studi Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa memiliki pemahaman yang kuat dan kontekstual mengenai mekanisme WTO Dispute Settlement yang terus berkembang,” ujarnya usai acara.

Ismail juga memaparkan bahwa workshop bersama Prof. Peter Van de Bossche memberikan perspektif baru yang sangat berharga bagi pengembangan kurikulum. Menurutnya, pemikiran dari mantan Ketua Badan Banding WTO tersebut akan membantu institusi dalam merumuskan metode pembelajaran hukum perdagangan internasional yang lebih aplikatif dan relevan dengan tantangan zaman.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar kolaborasi akademik seperti ini dapat terus berlanjut demi mendongkrak reputasi kampus di kancah nasional maupun internasional. “Keikutsertaan dalam capacity building di UI ini adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan riset-riset berkualitas yang mampu berkontribusi pada penyelesaian isu-isu hukum kontemporer,” pungkasnya.

Terkait dengan dampak jangka panjang, Ismail Suardi Wekke menyatakan bahwa hasil dari lokakarya ini akan segera diintegrasikan ke dalam ekosistem riset prodi HTN, sehingga para mahasiswa dapat ikut merasakan pembaruan keilmuan hukum perdagangan global. Ia menambahkan pula bahwa interaksi langsung dengan periset dari berbagai universitas dalam forum ini telah membuka peluang kolaborasi publikasi ilmiah yang lebih luas bagi civitas akademika IAI Rawa Aopa.

Di akhir penjelasannya, Ismail menggarisbawahi bahwa pemahaman komprehensif mengenai hukum internasional kini bukan lagi monopoli perguruan tinggi di kota besar, melainkan kebutuhan mutlak bagi kampus-kampus di daerah demi mencetak lulusan yang berdaya saing global.

Forum PhD and Researcher Workshop ini berlangsung interaktif dengan membedah berbagai studi kasus sengketa dagang antarnegara. Melalui program ini, prodi HTN IAI Rawa Aopa diproyeksikan mampu menjadi salah satu pusat kajian hukum tata negara dan internasional yang juga menyertakan akademisi dari kawasan Sulawesi Tenggara.

kataandoolo.com adalah media jaringan (Network) dari katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x