FGD MP-TJSL di Konawe Selatan: Kampus Tegaskan Pentingnya Pengawalan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

kataandoolo
24 Jul 2026 07:33
Pendidikan 0 24
2 menit membaca

Konawe Selatan, Kataandoolo.com – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menegaskan komitmennya untuk memperkuat keterlibatan akademisi dalam tata kelola sosial dan lingkungan regional. Komitmen ini ditunjukkan melalui partisipasi aktif kampus dalam Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Masyarakat Pemantau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (MP-TJSL), Kamis (23/7/2026).

FGD yang mempertemukan pemangku kepentingan dari unsur masyarakat, praktisi, dan akademisi tersebut berfokus pada evaluasi serta pengawasan pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSL/CSR) agar berjalan efisien, transparan, dan berdampak langsung bagi masyarakat lokal.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan bahwa keterlibatan perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk memastikan program sosial korporasi memiliki basis data ilmiah yang kuat. Menurutnya, kampus tidak boleh hanya berdiri sebagai penonton di tengah dinamika pembangunan daerah.

“Kolaborasi antara MP-TJSL dan perguruan tinggi adalah kunci utama agar pengawasan serta penyaluran program tanggung jawab sosial memiliki landasan akademik yang akurat dan terukur,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela kegiatan.

Ismail juga menilai bahwa keberadaan forum warga seperti MP-TJSL membutuhkan dukungan analisis riset mendalam agar rekomendasi kebijakan yang dihasilkan memiliki bobot rasionalitas dan keberlanjutan yang tinggi. Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi siap membuka pintunya untuk mendampingi masyarakat dalam memetakan kebutuhan riil di lapangan.

Dalam sesi diskusi, Ismail kembali menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana dan program lingkungan oleh perusahaan yang beroperasi di wilayah Konawe Selatan dan sekitarnya.

“Pengawasan berbasis komunitas harus diperkuat dengan metodologi evaluasi yang objektif. Tanpa adanya keterbukaan, keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar akan sulit dijamin,” tegasnya.

Lebih jauh, Ismail mengungkapkan bahwa pihak IAI Rawa Aopa siap menerjunkan tim peneliti maupun mahasiswa melalui program pengabdian masyarakat guna mendukung pemetaan potensi dampaknya secara berkala. Langkah ini diharapkan mampu meminimalisasi potensi konflik sosial antara dunia usaha dan warga sekitar.

Guna memperkuat dampak nyata dari kolaborasi ini, Ismail menyampaikan pesan penutup mengenai komitmen institusi dalam jangka panjang.

“Kami di IAI Rawa Aopa siap merancang program kerja sama berkelanjutan dengan MP-TJSL, baik dalam bentuk pendampingan riset lapangan maupun formulasi rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah,” pungkasnya.

FGD ini diakhiri dengan perumusan poin-poin kesepakatan bersama antara MP-TJSL dan pihak kampus untuk menindaklanjuti rencana aksi riset partisipatif dalam waktu dekat. Synergitas ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan dan keadilan sosial.

kataandoolo.com adalah media jaringan (Network) dari katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x