Jelang KKA 2026, IAI Rawa Aopa Petakan Kebutuhan Masyarakat di Bombana

kataandoolo
22 Jul 2026 14:51
3 menit membaca

Bombana, Kataandolo.com – Persiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliyah (KKA) 2026 Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mulai memasuki tahap pemetaan lapangan. Para jajaran pimpinan kampus bersama dosen dan tenaga kependidikan turun langsung ke Kecamatan Poleang Timur dan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Rabu (22/7/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi wilayah sekaligus memetakan potensi dan kebutuhan masyarakat yang nantinya menjadi dasar penyusunan program mahasiswa selama KKA.

Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, M.A., bersama Ketua Dewan Pembina Yayasan Al Asri, M.Si., dan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., turut dalam peninjauan tersebut.

Bagi IAI Rawa Aopa, survei lapangan menjadi bagian penting sebelum mahasiswa ditempatkan di lokasi pengabdian. Melalui pemetaan awal, program yang disusun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat menyesuaikan dengan persoalan dan potensi yang ada di tengah masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran mahasiswa di lokasi KKA benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat. Karena itu, survei lapangan menjadi bagian penting dalam menentukan program yang akan dijalankan,” kata Ismail.

KKA 2026 dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang. Program tersebut akan melibatkan mahasiswa dari sejumlah program studi di IAI Rawa Aopa, termasuk mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) yang kini telah memasuki semester kelima.

Keterlibatan mahasiswa HTN diharapkan dapat memperluas ruang pengabdian mahasiswa, terutama dalam isu yang berkaitan dengan tata kelola pemerintahan desa, kelembagaan, serta kesadaran hukum masyarakat.

“Mahasiswa Hukum Tata Negara memiliki ruang untuk memberikan kontribusi melalui pendampingan yang berkaitan dengan tata kelola kelembagaan desa dan peningkatan kesadaran hukum masyarakat,” ujar Ismail.

Dalam pelaksanaannya, IAI Rawa Aopa juga membuka ruang kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bombana. Koordinasi tersebut diperlukan agar program mahasiswa dapat berjalan searah dengan kebutuhan pembangunan daerah dan tidak berjalan sendiri tanpa memperhatikan program yang telah dirancang pemerintah.

Menurut Ismail, perguruan tinggi dan pemerintah daerah memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendorong pemberdayaan masyarakat.

“Sinergi dengan pemerintah daerah penting agar program yang dilaksanakan mahasiswa dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan memiliki keberlanjutan setelah masa KKA berakhir,” katanya.

Hasil survei di Poleang Timur dan Poleang Utara selanjutnya akan menjadi bahan bagi tim dosen pembimbing dalam menyusun peta kebutuhan desa. Data tersebut kemudian digunakan untuk merancang program kerja mahasiswa selama berada di lokasi pengabdian.

IAI Rawa Aopa juga berencana menerapkan pendekatan “

action research” dalam pelaksanaan KKA 2026. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk melaksanakan program kerja, tetapi juga melakukan proses identifikasi, pendampingan, dan refleksi terhadap persoalan yang ditemukan di masyarakat.

Dengan demikian, kegiatan KKA diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

“Mahasiswa tidak hanya datang untuk melaksanakan program, tetapi juga belajar memahami persoalan masyarakat dan mencari solusi yang relevan berdasarkan bidang keilmuan yang mereka miliki,” ujar Ismail.

Setelah proses survei selesai, IAI Rawa Aopa akan melanjutkan tahapan persiapan teknis sebelum mahasiswa diterjunkan ke lokasi pada Agustus 2026. Program kerja yang disusun akan disesuaikan dengan hasil pemetaan serta kondisi masing-masing wilayah sasaran.

Melalui tahapan tersebut, KKA 2026 diharapkan dapat menjadi jembatan antara pengetahuan yang diperoleh mahasiswa di ruang akademik dengan persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung.

kataandoolo.com adalah media jaringan (Network) dari katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x