
Angata,Kataandoolo.com – Dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa dan siswi di Kecamatan Angata setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai sorotan dari Eksekutif Mahasiswa Aktivis Sulawesi Tenggara (EMAS SULTRA).
Ketua EMAS SULTRA, Muh. Reyhan, mendesak instansi terkait agar segera mengambil langkah konkret dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Puao yang diduga berkaitan dengan penyediaan makanan dalam peristiwa tersebut.
Reyhan, menilai bahwa dugaan insiden ini tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa, mengingat program MBG ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi dan kesehatan peserta didik. Oleh karena itu, keamanan pangan serta kualitas makanan yang disajikan harus menjadi prioritas utama.

“Kami meminta SPPG Puao segera dievaluasi secara menyeluruh. Apabila ditemukan pelanggaran terhadap standar keamanan pangan atau kelalaian yang terbukti berkaitan dengan kejadian ini, kami mendesak agar operasionalnya ditutup sesuai ketentuan yang berlaku sampai seluruh proses pemeriksaan selesai dan dinyatakan memenuhi persyaratan,” tegas Muh. Reyhan.
Reyhan, juga meminta dinas kesehatan, instansi yang menangani pelaksanaan program MBG, serta pihak berwenang lainnya untuk segera turun ke lapangan guna melakukan investigasi dan memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.
Pemeriksaan, menurut Reyhan, perlu mencakup kualitas bahan baku, proses pengolahan makanan, kebersihan dapur, penyimpanan dan distribusi makanan, hingga pengambilan serta pengujian sampel makanan apabila masih tersedia. Langkah tersebut penting untuk memastikan apakah kejadian ini berkaitan dengan makanan yang disajikan oleh SPPG Puao.
Selain itu, Reyhan meminta agar seluruh siswa dan siswi yang terdampak mendapatkan penanganan medis secara optimal. Pendataan terhadap korban serta penyampaian informasi yang transparan kepada masyarakat juga dinilai penting untuk mencegah munculnya keresahan dan simpang siur informasi.
“Kami meminta instansi terkait jangan lamban dalam merespons persoalan ini. Keselamatan siswa dan siswi harus menjadi prioritas. Jika ditemukan pelanggaran, harus ada tindakan tegas dan pertanggungjawaban sesuai hasil pemeriksaan serta peraturan yang berlaku,” lanjutnya.
EMAS SULTRA menegaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud menghambat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Namun, pelaksanaan program tersebut harus disertai pengawasan ketat, standar keamanan pangan yang jelas, dan evaluasi berkala terhadap setiap penyedia layanan.
Menurut Muh. Reyhan, peristiwa ini harus menjadi perhatian serius agar kejadian serupa tidak terulang dan kepercayaan masyarakat terhadap program pemenuhan gizi bagi peserta didik tetap terjaga.
EMAS SULTRA berharap pemerintah dan seluruh instansi terkait segera bertindak, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SPPG Puao, serta memastikan keamanan makanan yang diberikan kepada siswa dan siswi di Kecamatan Angata.


Tidak ada komentar