Tutup PBAK, IAI Rawa Aopa Dorong Mahasiswa Jadi Penggerak Ekonomi Syariah

kataandoolo
19 Apr 2026 12:25
2 menit membaca

Konawe Selatan, Kataandoolo.com – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi menutup rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2026. Menariknya, penutupan ini tidak sekadar menjadi seremoni akhir, tetapi berlanjut dengan aksi nyata melalui kolaborasi bersama Bank Syariah Nasional (BSN) untuk meningkatkan literasi keuangan syariah mahasiswa di lokasi yang unik, yakni Pasar Potoro, Ahad (19/4/2026).

Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina IAI Rawa Aopa, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menegaskan bahwa sinergi ini merupakan langkah strategis lembaga dalam membentuk karakter mahasiswa yang melek finansial berbasis syariah sejak dini.

“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa IAI Rawa Aopa tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman pemahaman praktis mengenai ekonomi syariah. Kolaborasi dengan BSN adalah wujud komitmen kami untuk mencetak generasi yang mampu menjadi penggerak ekonomi umat,” ujar Al Asri dalam sambutannya sebelum menutup PBAK.

Dalam kesempatan yang sama, Al Asri juga menyampaikan proses kehidupan. “Dalam hidup, kita selalu bertemu dengan cobaan dan ujian. Sehingga tidak ada pilihan. Kecuali, menghadapi dan menyelesaikannya dengan sehormat-hormatnya,” sambut Al Asri yang telah mendirikan institusi pendidikan, mulai dari tingkat dasar sampai pendidikan tinggi.

Dalam prosesi penutupan tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Sardin, S.Pd.I., M.Pd., secara simbolis melepaskan tanda peserta sebagai tanda berakhirnya masa orientasi. Ia juga menyerahkan piagam penghargaan kepada para peserta terbaik yang telah menunjukkan dedikasi selama kegiatan berlangsung.

Sardin berpesan agar transisi dari siswa menjadi mahasiswa diikuti dengan perubahan pola pikir yang mendalam. Ia berharap mahasiswa yang telah mengenali sistem akademik ini dapat bertransformasi menjadi “mahasiswa dalam arti yang sebenarnya”—sosok yang kritis, mandiri, dan berdaya.

“Jangan lupa, mahasiswa tetap.perlu mengedepankan keadaban dan juga wawasan dengan menggiatkan kebiasaan membaca,” kata Sardin yang juga panitia pelaksana dalam kegiatan PBAK kesempatan ini.

Pasca-penutupan, kegiatan langsung disambung dengan sosialisasi literasi keuangan oleh pihak BSN. Pemilihan Pasar Potoro sebagai lokasi kegiatan bukanlah tanpa alasan. Lokasi ini dipilih agar mahasiswa bisa langsung bersentuhan dengan realitas ekonomi masyarakat.

Selain mengenal lebih jauh BSN sebagai bank syariah kedua di Indonesia. Mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk membuka rekening sebagai pintu untuk secara langsung terlibat dalam praktik keuangan syariah.

Panitia penyelenggara menyebut Pasar Potoro sebagai Laboratorium Keberdayaan. Di sini, mahasiswa diharapkan dapat melihat langsung bagaimana teori keuangan syariah yang disosialisasikan oleh BSN dapat diimplementasikan untuk memberdayakan pedagang dan pelaku usaha kecil di lapangan.

kataandoolo.com adalah media jaringan (Network) dari katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x