Barru, Kataandoolo.com – Kerja sama antara Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan dan Universitas Muhammadiyah Barru (Unmuh Barru) terus diperkuat pascapelaksanaan Seminar Internasional I-CELEBES 2026 yang berlangsung di Aula KH Ahmad Dahlan, Barru, Minggu (3/5/2026).
Kegiatan yang turut melibatkan STIKES Bina Bangsa Majene dan Universitas Muhammadiyah Bone tersebut menjadi momentum penting dalam memperluas jejaring akademik internasional bersama mitra dari Jepang, termasuk akademisi Tohoku University, Prof. Dr. Peter John Wanner.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut implementasi nota kesepahaman (MoU) dan nota kesepakatan (MoA) yang sebelumnya telah dirintis antarlembaga pendidikan tinggi di kawasan Sulawesi.
Dalam seminar tersebut, Ismail Suardi Wekke yang bertindak sebagai moderator menegaskan pentingnya kolaborasi lintas kampus untuk membuka akses pendidikan dan jejaring internasional yang lebih luas.
“Kita sedang membangun fondasi agar mahasiswa dan dosen di Barru, Bone, Majene, hingga Konawe Selatan memiliki akses yang setara terhadap jejaring intelektual di Jepang,” ujar Ismail saat kegiatan berlangsung.
Berita Terkini & Referensi
Menurutnya, kehadiran mitra internasional menjadi peluang besar bagi perguruan tinggi di Sulawesi untuk meningkatkan kualitas riset, pengembangan kurikulum, dan mobilitas akademik mahasiswa maupun dosen.
“Keberlanjutan kerja sama ini adalah kunci bagi kita untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain aktif dalam diskursus keilmuan global di masa depan,” tegasnya.
Berita Terkini & Referensi
Sementara itu, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, saat dikonfirmasi oleh awak media hari ini, Sabtu (9/5/2026), menegaskan bahwa hasil pertemuan tersebut akan segera ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret antarkampus.
“Kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata. Kami sedang menyiapkan sejumlah agenda lanjutan seperti kolaborasi riset, publikasi ilmiah bersama, pertukaran akademik, hingga penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa,” kata Ismail.
Ia juga menyebut konsorsium perguruan tinggi di Sulawesi yang terbangun melalui I-CELEBES 2026 menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi kampus daerah di tingkat internasional.
“Kampus-kampus di Sulawesi memiliki potensi besar. Dengan jejaring yang tepat dan kolaborasi berkelanjutan, kita optimistis mampu menghadirkan inovasi pendidikan yang kompetitif secara global tanpa meninggalkan kearifan lokal,” tambahnya.
Melalui sinergi tersebut, seluruh perguruan tinggi yang terlibat berkomitmen untuk segera menerjemahkan poin-poin kerja sama ke dalam program nyata yang berdampak langsung terhadap penguatan mutu pendidikan tinggi di kawasan timur Indonesia.
Tidak ada komentar