
Konawe Selatan, Kataandoolo.com – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara tegas memberikan bantahan keras terhadap gelombang pemberitaan miring yang menyudutkan institusi belakangan ini. Manajemen kampus menyatakan bahwa seluruh tuduhan yang beredar di media massa adalah kebohongan publik yang tidak memiliki dasar hukum dan merupakan upaya sistematis untuk merusak reputasi lembaga melalui fitnah.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi serangan informasi tersebut sebagai kampanye gelap. Menurutnya, apa yang disebarluaskan bukan lagi kritik, melainkan penyebaran berita bohong yang dirancang untuk mengelabui masyarakat.
“Apa yang berkembang di media terkait kejadian di Masjid Kampus IAI Rawa Aopa sepenuhnya adalah fitnah dan merupakan bentuk nyata dari pembunuhan karakter yang sengaja didesain untuk merugikan kami secara institusional maupun personal,” ujar Ismail saat memberikan klarifikasi resmi di kampus dalam persiapan pelaksanaan PBAK, Kamis (16/4/2026).
Ismail menegaskan bahwa seluruh operasional kampus, baik dari aspek keuangan maupun manajerial, berjalan transparan dan sesuai regulasi. Ia mencurigai ada pihak-pihak tertentu yang sengaja mengembuskan kebohongan karena kebencian terhadap IAI Rawa Aopa.
“Kami tidak akan membiarkan martabat institusi ini diinjak-injak oleh narasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara faktual,” tegasnya.
Sebagai langkah nyata melawan fitnah ini, pihak rektorat tengah mempertimbangkan jalur hukum secara serius. Ismail juga menyayangkan lemahnya prinsip jurnalisme dalam pemberitaan tersebut yang tidak melakukan verifikasi (cek dan recek), sehingga justru menjadi corong bagi kebohongan publik.
“Pemberitaan yang ada dalam kaitan kejadian di Masjid Kampus sepenuhnya mengabaikan prinsip jurnalistik dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Secara prosedural, kami akan segera melapor ke Dewan Pers agar diambil tindakan tegas terhadap penyebaran fitnah ini,” pungkas Ismail.


Tidak ada komentar