Persiapan Konferensi Internasional: Tekankan Pentingnya Retorika Sains dalam Diseminasi Hasil Penelitian

kataandoolo
14 Apr 2026 13:51
2 menit membaca

Konawe Selatan, Kataandoolo.com – Menjelang perhelatan akbar International Conference on Finance and Banking (ICon-FiBank) dan International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2026, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bersama Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) NITRO terus memacu kualitas sumber daya manusianya, Selasa (14/4/2026) berlangsung daring.

Langkah ini diwujudkan melalui gelaran Webinar Series seri kedua yang dilaksanakan pada Selasa (14/4/2026). Forum ini secara khusus menyoroti vitalnya penguasaan komunikasi sains bagi akademisi yang akan berlaga di kancah internasional.

Fokus utama dalam pertemuan virtual ini adalah membedah strategi komunikasi sains sebuah keterampilan krusial yang sering menjadi titik lemah para peneliti. Peserta diajarkan untuk tidak hanya berkutat pada kompleksitas data, tetapi juga piawai dalam menyusun narasi yang mampu menyederhanakan temuan ilmiah tanpa mengurangi esensinya.

Berita Terkini & Referensi

Melalui pembekalan teknik presentasi yang efektif, para akademisi didorong untuk memastikan bahwa gagasan mereka tidak berakhir sebagai tumpukan berkas laporan, melainkan mampu memberikan dampak nyata dan meyakinkan para pemangku kepentingan di panggung global.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, yang juga menjabat sebagai Komite Saintifik untuk kedua konferensi tersebut, menegaskan bahwa kecakapan retorika adalah instrumen vital bagi setiap pendidik.

“Seorang akademisi harus memiliki kemampuan menerjemahkan bahasa teknis penelitian ke dalam bahasa yang lebih membumi. Kegagalan dalam mengomunikasikan riset sama saja dengan menyembunyikan kebenaran ilmiah itu sendiri,” tegas Ismail dalam paparannya.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa konferensi internasional bukan sekadar ajang pertukaran jurnal, melainkan sebuah panggung diplomasi akademik. Di sini, reputasi institusi sangat bergantung pada kualitas presentasi para delegasinya. Persiapan mental dan teknis melalui webinar ini menjadi fondasi agar diseminasi riset dari Sulawesi Tenggara mampu tampil kompetitif di level dunia.

Berita Terkini & Referensi

Ismail juga memberikan tips praktis mengenai estetika presentasi ilmiah. Menurutnya, setiap slide yang ditampilkan harus mampu bercerita secara visual sehingga audiens tidak merasa jenuh dengan deretan angka yang rumit.

“Komunikasi sains bukan sekadar berbicara, melainkan bagaimana kita mentransfer energi dan keyakinan atas temuan riset kita kepada audiens,” imbuhnya.

Menutup pernyataannya, ia optimis bahwa sinergi antara IAI Rawa Aopa dan IBK NITRO akan menjadi katalisator bagi akademisi lokal untuk berdiri sejajar dengan peneliti dunia. Dengan narasi sains yang kuat dan argumentatif, ICon-FiBank dan IPRC 2026 diprediksi akan menjadi tonggak baru bagi eksistensi intelektual Indonesia Timur di peta ilmu pengetahuan internasional.

kataandoolo.com adalah media jaringan (Network) dari katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x