Gelar FGD di Gedung Sapta Pesona, Kemenpar Raih Dukungan Puluhan Perguruan Tinggi

kataandoolo
4 Jul 2026 08:06
Pendidikan 0 12
2 menit membaca

Jakarta, Kataandoolo.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengawali langkah kolaborasi strategis bersama lebih dari 27 perguruan tinggi di Indonesia melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD). Pertemuan yang fokus pada pengembangan Desa Wisata dan Sumber Daya Wisata ini digelar di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, pada Kamis (2/7/2026).

FGD ini diinisiasi sebagai bentuk akselerasi pembangunan pariwisata berbasis masyarakat dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pariwisata, khususnya di tingkat pedesaan yang menjadi pilar baru ekonomi kreatif nasional.

Co-Chair kegiatan tersebut, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa keterlibatan institusi pendidikan tinggi sangat vital dalam memberikan landasan ilmiah serta pendampingan praktis bagi pertumbuhan desa wisata.

“Kolaborasi ini bukan sekadar pertemuan formal di atas kertas, melainkan sebuah langkah awal yang konkret untuk memetakan, mendampingi, dan mengawal desa-desa wisata di Indonesia agar mampu mandiri serta memiliki daya saing yang tinggi,” ujar Ismail saat memberikan pemaparannya di Gedung Sapta Pesona.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki instrumen Tri Dharma pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang sangat cocok untuk diterapkan langsung dalam mendiversifikasi sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya wisata yang ada di daerah.

Komitmen serupa juga datang dari sektor akademisi swasta. Dr. R.A. Aryanti Wardaya Puspokusumo, yang menjabat sebagai Head of Internationalisation and Partnership FDCHT Binus University, menyambut positif langkah proaktif yang diambil oleh Kementerian Pariwisata.

Ia menyatakan bahwa Binus University siap mendukung penuh program ini dengan membawa jejaring kemitraan dan perspektif global ke dalam pengembangan ekosistem pariwisata lokal.

“Kami di FDCHT Binus University berkomitmen untuk membawa perspektif internasional dan standar kemitraan yang kuat demi mendukung program Desa Wisata ini. Potensi lokal yang kita miliki sebenarnya sangat luar biasa, dan dengan pendampingan yang tepat dari akademisi, desa-desa ini akan siap bersaing di kancah internasional,” tutur Dr. Aryanti.

Melalui FGD ini, Kementerian Pariwisata bersama seluruh perwakilan perguruan tinggi yang hadir sepakat untuk menyusun peta jalan (roadmap) aksi nyata. Langkah terdekat mencakup sinkronisasi program magang mahasiswa, riset terapan untuk solusi pariwisata daerah, serta pelatihan manajemen tata kelola destinasi bagi kelompok sadar wisata (pokdarwis) di berbagai wilayah Indonesia.

kataandoolo.com adalah media jaringan (Network) dari katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x