
Maros,Kataandoolo.com – Universitas Muslim Maros kembali mempertegas peran akademiknya di kancah internasional melalui The 2nd International Conference on Educational Research and Teacher Practice atau ICERTP-2.
Konferensi berlangsung Rabu, 29 April 2026 di Ruang Pertemuan Gedung Idrus Nurdin Lantai 2, Kampus 2 UMMA. Ini merupakan penyelenggaraan tahun kedua yang konsisten menjadi forum ilmiah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan.
Rektor UMMA, Muhammad Izzdin Idrus, S.P., M.P., membuka kegiatan secara resmi. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi global untuk menjawab tantangan pendidikan di era digital.
“ICERTP-2 menjadi wadah strategis berbagi gagasan, memperkuat jejaring akademik, serta mendorong inovasi pembelajaran,” ujar Muhammad Izzdin.
Hal senada disampaikan Prof. Dr. Ismail Suardi Wekke dari Dewan Pendidikan Maros. Menurutnya, sinergi antara institusi pendidikan, pemerintah, dan komunitas akademik menjadi kunci transformasi pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan.
ICERTP-2 menghadirkan lima pembicara utama. Hadir langsung Prof. Dr. Peter John Warner dari Tohoku University Jepang, Prof. Dr. Norzalita Abd. Aziz dari Universiti Kebangsaan Malaysia, dan Dr. Nashruddin dari UMMA.
Dua pembicara lain bergabung daring, yakni Prof. Dr. Christian Kauhert dari Dublin City University Irlandia dan Assoc. Prof. Dr. Sakree Manyunuh dari Fatoni University Thailand.
Diskusi mengangkat isu pendidikan kontemporer seperti pembelajaran digital, metode pengajaran inovatif, serta pemanfaatan Artificial Intelligence untuk meningkatkan kualitas pengajaran.
Momentum penting juga ditorehkan UMMA melalui penandatanganan Memorandum of Understanding dengan Tohoku University Jepang yang diwakili Prof. Dr. Peter John Warner.
Lebih dari sekadar presentasi penelitian, ICERTP-2 menjadi ruang dialog konstruktif tentang strategi peningkatan mutu pendidikan, adaptasi teknologi, dan penguatan kompetensi guru di era transformasi digital.
“Dengan ICERTP-2, kami berharap UMMA terus berkontribusi pada pengembangan ilmu, memperluas kerja sama internasional, dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan di tingkat lokal maupun global,” tutup Muhammad Izzdin.


Tidak ada komentar