
Konawe Utara,Kataandoolo.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Posko 115 Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari Tahun 2026 berkolaborasi dengan Nano Energy Community (NEC) Tadris IPA FTIK UIN Kendari sukses melaksanakan program kerja bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembuatan Pupuk Nanofertilizer Berbasis Limbah Tempurung Kelapa di Desa Tudungano” pada Rabu (5/8/2026), bertempat di Balai Desa Tudungano, Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja unggulan KKN Reguler Posko 115 yang bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya lokal melalui penerapan inovasi berbasis sains dan teknologi. Melimpahnya potensi kelapa di Desa Tudungano serta masih terbatasnya pemanfaatan limbah tempurung kelapa menjadi latar belakang pelaksanaan pelatihan pembuatan pupuk nanofertilizer sebagai solusi inovatif bagi masyarakat setempat.
Acara diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Vivi Sri Rahmadani selaku moderator. Dengan pembawaan yang komunikatif, Vivi memandu jalannya kegiatan mulai dari pembukaan, penyampaian tujuan pelaksanaan program, hingga mengarahkan peserta memasuki sesi inti pelatihan sehingga seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, interaktif, dan penuh antusiasme.
Memasuki sesi inti, materi pelatihan disampaikan oleh Fharaz Jhanizza selaku Leader Nano Energy Community (NEC) Tadris IPA FTIK UIN Kendari. Dalam pemaparannya, Fharaz menjelaskan konsep dasar nanofertilizer, potensi limbah tempurung kelapa sebagai bahan baku pupuk berbasis teknologi nano, serta manfaat penerapan teknologi tersebut dalam meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara sehingga mampu mendukung produktivitas tanaman secara lebih efektif dan ramah lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan kepada masyarakat bahwa limbah tempurung kelapa tidak hanya menjadi limbah yang dibuang begitu saja, tetapi memiliki potensi untuk diolah menjadi pupuk nanofertilizer yang bernilai guna. Harapan kami, inovasi ini dapat menjadi alternatif yang mudah diterapkan masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memberikan nilai tambah terhadap potensi sumber daya lokal yang dimiliki Desa Tudungano,” ujar Leader NEC.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Tudungano. Kepala Desa Tudungano, Bani Hasan, menyampaikan bahwa program yang dibawa mahasiswa KKN sangat sesuai dengan kondisi masyarakat yang mayoritas bekerja di sektor pertanian.
“Saya sangat senang dan mengapresiasi program kerja yang diusulkan oleh mahasiswa KKN bersama komunitas riset mahasiswa. Mengingat sebagian besar masyarakat di Desa Tudungano berprofesi sebagai petani, program ini sangat bersinergi dengan kebutuhan masyarakat. Kami berharap ilmu yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat nyata bagi warga,” ungkap Bani Hasan.
Sementara itu, Ketua Posko 115 KKN Reguler UIN Kendari, Arjuna, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa, masyarakat, dan Nano Energy Community (NEC) yang telah mendukung terlaksananya program ini. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi bekal bagi masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal Desa Tudungano,” ujar Arjuna.
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya peserta yang aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi, serta mengikuti praktik pembuatan pupuk nanofertilizer hingga selesai. Bagi masyarakat, pelatihan ini memberikan wawasan baru bahwa limbah tempurung kelapa yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi sekaligus bermanfaat bagi sektor pertanian.
Melalui kolaborasi antara KKN Reguler Posko 115 UIN Kendari dan Nano Energy Community (NEC) Tadris IPA FTIK, diharapkan inovasi pemanfaatan limbah tempurung kelapa menjadi pupuk nanofertilizer dapat terus dikembangkan oleh masyarakat Desa Tudungano. Program ini tidak hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal yang mendukung pertanian berkelanjutan, pelestarian lingkungan, serta berkontribusi pada ketahanan swasembada pangan di Desa Tudungano kecamatan Sawa.


Tidak ada komentar