Indonesia Jadi Tuan Rumah ASHE 2026, Jakarta dan Bandung Pimpin Akselerasi Transformasi Pendidikan Tinggi ASEAN

kataandoolo
5 Jul 2026 12:34
Pendidikan 0 11
2 menit membaca

Jakarta, Kataandoolo.com – Indonesia kembali menjadi pusat perhatian dunia akademik di Asia Tenggara dengan digelarnya ASEAN Symposium on Higher Education (ASHE) 2026. Forum strategis regional ini dijadwalkan berlangsung selama satu pekan penuh, mulai dari tanggal 22 hingga 28 September 2026, bertempat di dua kota pusat inovasi dan pendidikan nasional, Jakarta dan Bandung.

Simposium ini hadir di tengah momentum krusial, di mana institusi pendidikan tinggi dituntut untuk tangkas beradaptasi terhadap disrupsi teknologi digital sekaligus merangkul semangat Open Science (Sains Terbuka). ASHE 2026 diproyeksikan menjadi wadah bertemunya para rektor, direktur pascasarjana, peneliti senior, hingga pemangku kebijakan (regulator) untuk merumuskan cetak biru tata kelola kampus yang berbasis knowledge management dan ekosistem digital yang integratif.

“Tantangan pendidikan tinggi di ASEAN saat ini bukan lagi sekadar kompetisi, melainkan bagaimana membangun sinergi yang kokoh. Melalui simposium ini, kita mendorong model pengelolaan yang mengombinasikan sentralisasi operasi infrastruktur dengan desentralisasi otonomi akademik. Pendekatan ini penting untuk memacu inovasi lokal yang berdampak sosial, seperti inisiatif pemberdayaan berbasis komunitas dan desa,” ujar perwakilan komite pengarah simposium dalam keterangannya di Jakarta.

Selain presentasi riset multidisiplin dan diskusi panel, ASHE 2026 juga akan memfasilitasi sesi khusus kemitraan strategis. Agenda ini mencakup penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Nota Perjanjian (MoA) antar-perguruan tinggi lintas negara untuk program pertukaran mahasiswa, riset kolaboratif, serta penguatan literasi keuangan inklusif.

Rangkaian acara di Jakarta akan difokuskan pada kebijakan makro dan high-level networking, sementara sesi di Bandung akan diisi dengan lokakarya implementatif, termasuk penerapan metode Design Thinking untuk transformasi manajemen sekolah dan perguruan tinggi, serta diseminasi pemanfaatan identitas digital peneliti (global research identifiers) guna mendongkrak visibilitas akademik global.

Komite internasional mengundang seluruh ilmuwan, praktisi, dan pimpinan institusi dari seluruh penjuru ASEAN untuk mendaftarkan draf artikel ilmiah maupun hadir sebagai delegasi resmi. Informasi selengkapnya mengenai tenggat waktu pengiriman abstrak, biaya registrasi, dan detail akomodasi selama berada di Jakarta dan Bandung dapat diakses melalui laman resmi panitia penyelenggara.

kataandoolo.com adalah media jaringan (Network) dari katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x