Menuju Reputasi Global, LPPM IAI Rawa Aopa Matangkan Kesiapan Workshop Integritas Riset Bersama Turnitin

kataandoolo
19 Jun 2026 03:09
2 menit membaca

Jakarta, Kataandoolo.com – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tengah bersiap menggelar Workshop Optimalisasi Penggunaan Turnitin sebagai Instrumen Mencapai Integritas Riset. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan kampus dalam menegakkan nilai-nilai kejujuran akademik dan meningkatkan kualitas karya ilmiah secara masif.

Secara teknis, kegiatan ini akan dikomandoi langsung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAI Rawa Aopa. Guna memastikan program berjalan optimal, institusi telah menjalin kerja sama resmi dengan pihak Turnitin.

Kolaborasi ini dirancang tidak hanya untuk memperkuat kapasitas civitas akademika internal, tetapi juga memperluas manfaatnya bagi para mitra perguruan tinggi yang turut diundang dalam agenda tersebut.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa lokakarya ini merupakan momentum krusial bagi transformasi ekosistem riset di kampus. Menurutnya, pemanfaatan teknologi seperti Turnitin bukan sekadar alat pengecek, melainkan fondasi utama untuk membangun reputasi institusi.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap lembar karya ilmiah yang lahir dari rahim IAI Rawa Aopa memiliki standar moral dan kualitas yang tidak diragukan lagi,” ujar Ismail saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Kamis (18/6/2026) usai menghadiri pengukuhan Guru Besar di BINUS University.

Ismail juga menjelaskan bahwa kerja sama dengan Turnitin sengaja dirancang secara inklusif. Ia menyatakan bahwa penguatan kapasitas ini tidak boleh eksklusif hanya untuk lingkungan internal IAI Rawa Aopa, melainkan harus merangkul jaringan mitra perguruan tinggi agar tumbuh bersama dalam iklim akademik yang sehat.

“Turnitin adalah instrumen, tetapi komitmen pada orisinalitas adalah jiwa dari sebuah riset,” tambah Ismail menekankan pentingnya kesadaran kolektif.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar lokakarya teknis ini dapat mengubah cara pandang dosen dan mahasiswa terhadap proses penulisan ilmiah. Beliau memaparkan bahwa dengan memahami cara kerja Turnitin secara optimal, civitas akademika akan lebih terbantu dalam melakukan koreksi mandiri dan menghindari praktik plagiarisme yang tidak disengaja sejak dini.

“Workshop ini adalah langkah nyata kami untuk melahirkan peneliti-peneliti yang jujur, kompeten, dan siap bersaing di kancah global,” pungkasnya optimis.

Dengan persiapan yang matang dari LPPM, workshop ini diharapkan menjadi batu loncatan penting bagi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam mengukuhkan posisinya sebagai pusat keunggulan akademik yang menjunjung tinggi integritas di Sulawesi Tenggara.

kataandoolo.com adalah media jaringan (Network) dari katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x