Tak Cuma Puasa, Selama Ramadhan Dinkes Sidrap Bikin Gerakan Nakes Berhati Emas

Amelia Reski
18 Feb 2026 01:41
News 0 7
2 menit membaca

Sidrap, kataandoolo.com — Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Di Kabupaten Sidrap, bulan suci dijadikan momentum “charge iman” sekaligus “upgrade karakter” bagi aparatur kesehatan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sidrap bersama seluruh UPTD resmi menggulirkan program Jum’at Ramadhan Penuh Berkah, bagian dari dukungan terhadap program SARKANAAH (Sidrap Aman dan Religius).

Kegiatan ini bukan seremoni biasa. Ada konsep, ada arah, ada visi besar.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Sidrap, Dr. Ishak Kenre, SKM., M.Kes, menegaskan bahwa Ramadhan adalah ruang pembinaan moral bagi tenaga kesehatan.

“Ini bukan hanya pengajian rutin. Kita ingin membangun karakter pemberi layanan kesehatan yang bekerja penuh cinta, setulus hati, dan tentu dengan full senyum,” tegasnya.

Program ini digelar setiap Jumat selama lima pekan Ramadhan, mulai pukul 08.00 hingga 09.00 WITA. Formatnya hybrid. Pegawai Dinas Kesehatan mengikuti secara langsung di Aula Madising, sementara pegawai Puskesmas dan Rumah Sakit menyimak secara online dari tempat kerja masing-masing.

Konsep hybrid ini membuat dakwah tetap jalan, layanan tetap aman.

Materi pengajian menghadirkan unsur MUI dan sejumlah organisasi kemasyarakatan. Tema yang diangkat pun relevan dan kontekstual. Mulai dari Hikmah Puasa bagi Kesehatan, Kebersihan Sebagian dari Iman, hingga Etos Kerja dalam perspektif nilai-nilai Islami.

Bagi Ishak Kenre, penguatan spiritual penting untuk mencegah moral hazard dalam pelayanan publik.

“Tenaga medis dan tenaga kesehatan itu garda terdepan. Mereka bukan hanya butuh kompetensi teknis, tapi juga kekuatan spiritual dan integritas,” ujarnya.
Tak berhenti di pengajian, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan anjangsana ke panti asuhan. Ada sentuhan sosial. Ada empati. Ada nilai berbagi.

Spiritnya jelas: pelayanan kesehatan bukan sekadar tugas administratif, tetapi pengabdian.

Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, S.IP., M.M, memberi arahan tegas agar seluruh jajaran pemerintahan menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat nilai religius dalam bekerja.

“Kerja itu ibadah. Melayani masyarakat adalah amanah. Kalau dijalankan dengan niat yang lurus, insyaAllah berkah,” pesan Syaharuddin Alrif.

Program SARKANAAH sendiri menjadi payung besar gerakan ini. Aman secara pelayanan, religius dalam karakter.

Gerakan ini sekaligus menjadi reminder bahwa reformasi birokrasi tidak cukup dengan regulasi. Harus ada sentuhan hati.
Di Sidrap, Ramadhan tahun ini tak hanya soal takjil dan tarawih. Tapi juga tentang membangun nakes yang profesional, humanis, dan berintegritas.

Ibadah jalan. Pelayanan tetap gas. Senyum jangan putus. (*)

kataandoolo.com adalah media jaringan (Network) dari katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x