PT. Sanbas Mineral Mining di konsel Kembali beroperasi,IPMAPAL: Jangan Lupa Dosa Lingkungan Yang Belum Terampuni!

kataandoolo
6 Agu 2025 11:11
News 0 206
2 menit membaca

KONAWE SELATAN,Kataandoolo.com—Kembalinya beroperasi PT. Sambas Mineral Mining di wilayah konawe Selatan Ikatan Pemuda Mahasiswa Palangga(IPMAPAL) Memantik keras dan menegaskan bahwa aktivitas Perusahaan tambang tersebut tak boleh lepas dari catatan hitam terhadap kerusakan lingkungan yang pernah di torehkan.

PT. Sambas Mineral Mining Kembali menjadi sorotan tajam. Perusahaan tambang nikel yang beroperasi di konawe selatan ini di duga telah mengingkar kewajiban pasca tambang dan melakukan pembiaran terhadap bekas galian tambang tanpa adanya reklamasi.Yang lebih mengkhawatirkan, aktivitas tambang tersebut beririsan langsung dengan mata air persawahan milik warga di desa watudemba dan desa kiaea dua desa agraris yang sangat bergantung pada kelestarian sumber mata air untuk menghidupi lahan pertanian mereka.

’’ini bukan soal kelalaian, tetapi masuk dalam kategori pengabaian hak hidup masyarakat, Perusahaan secara nyata membiarkan bekas tambang menganga, tanpa adanya itikad baik dalam melakukan reklamasi. Dan imbasnya kepada masyarakat yang sementara masyarakat sangat bergantung pada sumber air bersih yang vital bagi petani IPMAPAL

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa bekas tambang PT. Sambas mineral mining telah lama di biarkan rusak. Bukit yang terkupas, dan aliran lumpur yang mencemari area persawahan.

“sawah mulai tidak produktif, air sudah tidak sejernih dulu.ini bukan dampak tetapi bencana yang pelan pelan membunuh ekonomi warga desa yang berada di lingkar tambang”, ujar fajar ketua Ipmapal

Dan kembalinya PT Sambas Mineral Mining beroperasi tanpa memperbaiki luka lama di anggap sebagai bentuk arogansi industri ekstraktif terhadap rakyat dan alam di konawe Selatan.

kataandoolo.com adalah media jaringan (Network) dari katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x