
Jakarta, Kataandoolo.com – Center for Information and Development Studies (CIDeS) yang bernaung di bawah Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) menggelar aksi kemanusiaan bertajuk bakti sosial dan silaturahim Ramadhan.
Organisasi ini menyalurkan lebih dari 200 paket bantuan yang menyasar warga sekitar serta kaum dhuafa sebagai wujud nyata kepedulian sosial. Bertempat di Kantor Pusat ICMI, Jakarta, Sabtu (7/3/2026).
Ketua Panitia Pelaksana, Yheni Fadli, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar berbagi materi, melainkan jembatan untuk memperkuat ikatan kekeluargaan antara pengurus ICMI dengan masyarakat setempat. Semangat kebersamaan ini semakin terasa dengan kehadiran 65 anak peserta pesantren kilat yang turut memeriahkan suasana menjelang buka puasa bersama.
Menariknya, lokasi acara kali ini sengaja dipusatkan di kantor CIDeS untuk menciptakan nuansa baru. Jika sebelumnya agenda serupa sering berpindah-pindah di kediaman pengurus, tahun ini ICMI memilih untuk lebih terbuka dan membaur langsung dengan lingkungan kantor pusat. Hal ini sejalan dengan visi organisasi yang didirikan oleh B.J. Habibie tersebut untuk terus menjadi wadah kolaborasi cendekiawan yang bermanfaat bagi umat dan bangsa.
Peneliti Senior CIDeS ICMI, Ismail Suardi Wekke, memberikan pandangan mendalam terkait konsistensi organisasi dalam pemberdayaan ini. Ismail Suardi Wekke menyatakan, “Kegiatan ini merupakan manifestasi dari kecendekiaan yang membumi, di mana intelektualitas harus selaras dengan kepekaan sosial terhadap realitas di sekitar kita.”
Ia juga menekankan bahwa momentum Ramadhan menjadi waktu yang tepat bagi ICMI untuk merefleksikan peran strategisnya sebagai perekat sosial. Dalam pernyataan selanjutnya, Ismail menambahkan.
“Kita ingin memastikan bahwa keberadaan kantor ICMI memberikan dampak langsung dan positif bagi warga sekitar melalui program-program yang inklusif,” tambahnya.
Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi pentingnya transformasi program kerja organisasi. Ia menjelaskan bahwa langkah melakukan kegiatan di kantor pusat merupakan upaya strategis untuk menjadikan institusi ini sebagai pusat peradaban yang akrab dengan masyarakat bawah.
Lebih lanjut, Ismail menyebutkan bahwa keterlibatan anak-anak pesantren kilat dalam acara ini adalah investasi jangka panjang untuk mencetak generasi cendekiawan masa depan yang memiliki empati tinggi. Ia pun berharap agar pola pemberdayaan seperti ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan, tidak hanya terbatas pada bulan suci Ramadhan namun juga dalam agenda-agenda nasional ICMI lainnya.


Tidak ada komentar