Penandatanganan Nota Kesepahaman 5 Perguruan Tinggi dan Pemerintah Kabupaten Maros, IAI Rawa Aopa Turut Berpartisipasi

kataandoolo
2 Sep 2025 01:54
Pendidikan 0 77
4 menit membaca

Maros,Kataandoolo.com- Universitas LIA, Tanri Abeng University, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, dan IAI DDI Sidenreng Rappang secara resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Senin, 1 September 2025. Acara yang berlangsung di lapangan Pallantikang (Turikale) dihadiri rektor perguruan tinggi dan Bupati Maros, Dr. H. A.S. Chaidir Syam, beserta jajaran masing-masing.

Kerja sama ini berfokus pada pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta mendukung program Kampus BerdampakDalam pernyataanya, Ismail Suardi Wekke, Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Al Asri yang mengelola IAI Rawa Aopa Konawe Selatan mengungkapkan bahwa meskipun sejak beberapa tahun terakhir kedua pihak telah sering bekerja sama, penandatanganan MoU ini menjadi tonggak peresmian hubungan yang lebih formal.Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Maros dan perguruan tinggi diperlukan untuk mendorong percepatan pembangunan dan inovasi di daerah. Pernyataan ini disampaikan Ismail Suardi Wekke, selain mewakili pihak Yayasan Al Asri juga Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Maros.

Menurutnya, kolaborasi ini bukan hanya tentang transfer ilmu, tetapi juga tentang menciptakan langkah bersama untuk turut dalam pembangunan yang dicanangkan Maros. Ismail selanjutnya menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki sumber daya intelektual dan riset yang mumpuni. Melalui kerja sama ini, Maros dapat memanfaatkan hasil penelitian dan inovasi yang relevan untuk mengembangkan berbagai sektor, mulai dari pertanian, pariwisata, hingga infrastruktur.

Ismail mencontohkan, riset tentang geopark dapat menjadi jembatan dalam membantu meningkatkan produktivitas penduduk di sekitar wilayah geopark. Tanpa kolaborasi ini, potensi besar yang dimiliki Maros akan tetap berkembang. “Hanya saja, dengan adanya kerjasama, akan mudah dan wujud akselerasi,” kata IsmailSelain itu, kerja sama ini juga membuka peluang bagi pengembangan sumber daya manusia di Maros. Perguruan tinggi dapat membantu dalam penyusunan kurikulum, pelatihan, dan program magang yang disesuaian dengan kebutuhan industri lokal. Hal ini akan melahirkan lulusan yang siap kerja dan memiliki keterampilan yang relevan, sehingga mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan daya saing masyarakat Maros. Begitu pula, Universitas LIA akan menjadi mitra dalam pengembangan ketenagakerjaan.

Kepentingan kerja sama juga terletak pada peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial dan ekonomi. Melalui program-program pengabdian masyarakat, mahasiswa dan dosen dapat terlibat langsung dalam pemberdayaan komunitas, seperti pendampingan UMKM, edukasi kesehatan, atau pengelolaan lingkungan. Kehadiran mereka di tengah masyarakat akan memicu semangat kolaborasi dan partisipasi aktif dalam pembangunan daerah.Dengan demikian, Ismail menegaskan bahwa sinergi antara Maros dan perguruan tinggi merupakan investasi jangka panjang yang strategis. Kolaborasi ini tidak hanya akan mempercepat pembangunan ekonomi, tetapi juga akan membentuk masyarakat Maros yang lebih berpendidikan, inovatif, dan mandiri. Ini adalah langkah proaktif yang harus terus diperkuat untuk memastikan kemajuan Maros di masa depan.

Pemerintah Kabupaten Maros dan Perguruan Tinggi Perlu Bersinergi untuk Percepatan Pembangunan DaerahMAROS — Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Maros dan perguruan tinggi dinilai krusial dalam mendorong percepatan pembangunan dan inovasi di daerah. Hal ini disampaikan oleh Ismail Suardi Wekke, yang merupakan Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Maros sekaligus perwakilan dari Yayasan Al Asri.Menurut Ismail, kolaborasi ini lebih dari sekadar transfer ilmu, melainkan sebuah langkah strategis untuk menciptakan pembangunan bersama yang dicanangkan oleh Maros. “Perguruan tinggi memiliki sumber daya intelektual dan riset yang mumpuni,” ungkapnya.Dengan memanfaatkan hasil penelitian dan inovasi yang relevan, kolaborasi ini dapat mengoptimalkan pengembangan berbagai sektor, mulai dari pertanian, pariwisata, hingga infrastruktur. Ismail mencontohkan, riset terkait geopark dapat menjembatani peningkatan produktivitas penduduk di area sekitar Geopark Maros.Ismail menegaskan, “Tanpa kolaborasi ini, potensi besar yang dimiliki Maros akan tetap berkembang. Hanya saja, dengan adanya kerja sama, akan mudah dan wujud akselerasi.”

Lebih lanjut, kerja sama ini juga membuka peluang besar bagi pengembangan sumber daya manusia di Maros. Perguruan tinggi dapat membantu menyusun kurikulum, program pelatihan, dan magang yang sesuai dengan kebutuhan industri lokal. Hal ini akan menghasilkan lulusan yang siap kerja, memiliki keterampilan relevan, dan pada akhirnya dapat mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan daya saing masyarakat. Universitas LIA, misalnya, akan menjadi mitra dalam pengembangan ketenagakerjaan.Selain itu, peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial dan ekonomi sangat penting. Melalui program pengabdian masyarakat, mahasiswa dan dosen dapat terlibat langsung dalam pemberdayaan komunitas, seperti pendampingan UMKM, edukasi kesehatan, atau pengelolaan lingkungan. Kehadiran mereka di tengah masyarakat akan memicu semangat kolaborasi dan partisipasi aktif.

Ismail menegaskan bahwa sinergi antara Maros dan perguruan tinggi merupakan investasi strategis jangka panjang. “Kolaborasi ini tidak hanya akan mempercepat pembangunan ekonomi, tetapi juga akan membentuk masyarakat Maros yang lebih berpendidikan, inovatif, dan mandiri,” katanya. Ini merupakan langkah proaktif yang harus terus diperkuat demi memastikan kemajuan Maros di masa depan.

kataandoolo.com adalah media jaringan (Network) dari katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x