
Depok, Kataandoolo.com – Universitas Indonesia (UI) secara resmi meluncurkan UI Halal Training Center sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem industri halal di Indonesia. Peresmian yang berlangsung di Kampus UI Depok ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan akademis, ditandai dengan penyerahan registrasi dari Sekretaris Utama BPJPH.
Dalam kesempatan ini, pimpinan dari Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan juga turut dalam pelatihan.
“Ini juga terkait dengan persiapan pendirian Pusat Halal di kampus kita,” kata Ismail Suardi Wekke.
Kehadiran IAI Rawa Aopa dalam momentum ini menandai keseriusan institusi tersebut dalam mengadopsi standar nasional dan internasional dalam pengelolaan sertifikasi serta pelatihan halal. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi kesempatan akselerasi pengembangan sumber daya manusia yang kompeten di bidang penjaminan produk halal, khususnya untuk wilayah Sulawesi Tenggara.
Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, memberikan apresiasi mendalam terhadap langkah UI. Ia menyatakan bahwa peresmian UI Halal Training Center merupakan best practice bagi IAI Rawa Aopa yang saat ini sedang dalam tahap finalisasi persiapan pendirian unit serupa.
Menurutnya, sinergi antarperguruan tinggi sangat krusial agar standar halal tidak hanya menjadi syarat administratif, tetapi juga menjadi keunggulan kompetitif bangsa di kancah global. Ismail menambahkan bahwa melalui kemitraan ini, pihaknya berkomitmen untuk memastikan bahwa Pusat Halal IAI Rawa Aopa nantinya memiliki kurikulum pelatihan yang kredibel dan mampu menjangkau para pelaku usaha di daerah.
Dalam keterangannya secara langsung, Ismail Suardi Wekke menegaskan pentingnya integrasi akademik dalam industri halal.
“Peresmian UI Halal Training Center ini menjadi cetak biru bagi kami di IAI Rawa Aopa untuk segera menghadirkan fasilitas serupa yang terstandarisasi di Konawe Selatan,” ujar Ismail di sela-sela acara, Depok, Kamis (12/2/ 2026).
Ia juga menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah menyiapkan infrastruktur yang legal dan diakui secara nasional.
“Selain mendirikan lembaga, juga membangun ekosistem di mana akademisi dan praktisi halal bisa berkolaborasi secara profesional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar kerja sama ini terus berlanjut ke tahap implementasi teknis.
“Sinergi ini adalah langkah konkret kami untuk memastikan masyarakat di Sulawesi Tenggara mendapatkan akses pelayanan halal yang berkualitas melalui institusi pendidikan,” tambahnya.
Langkah IAI Rawa Aopa ini merupakan bagian dari transformasi institusi dalam merespons kebutuhan pasar dan regulasi pemerintah terkait kewajiban sertifikasi halal.
Dengan pendampingan dan pembelajaran dari unit yang telah mapan seperti milik Universitas Indonesia, diharapkan Pusat Halal IAI Rawa Aopa dapat segera beroperasi dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekosistem halal di Indonesia.


Tidak ada komentar