
JAKARTA — Dalam forum ilmiah yang dihadiri kalangan akademisi PTKIS se-Indonesia, Kementerian Agama mengangkat wacana penting: potensi Indonesia sebagai aktor kunci dalam estafet kepemimpinan peradaban Islam. Seminar Internasional yang digelar di Universitas PTIQ, Jakarta, Kamis (31/7), menjadi panggung gagasan tersebut.
Staf Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Biyanto, menyampaikan bahwa sejarah mencatat perpindahan sentra peradaban Islam dari Timur Tengah ke Andalusia, lalu ke Turki Usmani. Kini, momentum geopolitik dan kultural memberi peluang bagi Indonesia untuk tampil sebagai episentrum baru.
“Indonesia bukan hanya punya jumlah. Kita punya karakter Islam yang toleran, inklusif, dan produktif. Kita punya jaringan kampus Islam yang tumbuh,” ujar Prof. Biyanto.
Ismail Suardi Wekke, anggota Dewan Pakar APTIKIS, menyebut seminar ini sebagai momen strategis. “Kami tidak hanya menerima gagasan, tetapi juga tantangan. PTKIS harus tampil sebagai pelaku, bukan penonton dalam wacana global Islam,” katanya.


Tidak ada komentar