
Kendari,Kataandoolo.com – Sungguh malang nasib 90 orang mahasiswa yang berada di Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi Sulawesi tenggara di Jakarta. Bukannya mendapatkan solusi untuk asrama tempat tinggal, mereka malah diperlakukan seperti tahanan.
Puluhan mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di Jakarta itu di amankan oleh Polres Jakarta Pusat. Mereka diangkut dengan menggunakan dua mobil tahanan, (8/10/2025).
Presiden mahasiswa universitas Sulawesi Tenggara Andi Reza Saputra “mahasiswa yang bersuara tdk bisa di jadikan seperti tahanan, mereka sedang melakukan bentuk apresiasi terhadap keberanian mereka menyampaikan aspirasi dan memperjuangkan hak-hak melalui ekspresi damai dan protes konstruktif”.
Lanjut _”Ketua Badan eksekutif mahasiswa Sangat mendukung kepada mahasiswa yang menduduki kantor Penghubung Pemprov Sultra, sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap janji Gubernur yang tak kunjung membuatkan asrama”.
Maka dari itu BEM UNSULTRA, Selalu mendukung dan meyakini mahasiswa yang bersuara adalah pengakuan atas peran kritis mereka dalam mendorong transformasi sosial, menantang ketidakadilan, dan memperjuangkan keadilan serta transparansi, mencerminkan semangat intelektual dan moral untuk mewujudkan masyarakat yang lebih adil dan berintegritas melalui ekspresi yang bertanggung jawab dan berani.


Tidak ada komentar